Finger Talks More

Let your imagination take you up and your finger tell the story of it
 
IndeksCalendarFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

Share | 
 

 Kartu penantang

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
maka ichiryuu

avatar

Jumlah posting : 20
Join date : 20.05.11
Age : 22
Lokasi : TANGERANG

PostSubyek: Kartu penantang   Tue Jun 21, 2011 8:09 am

{BAGI YANG BELUM TAHU PERATURAN POKER,
LIHAT C&C kartu penantang dulu aja ya ^^}

Ringkasan.

Seorang tak dikenal (Stranger) memulai hidupnya sebagai pemain poker di El paso. Ketika itu, muncul berita dari gubernur Texas bahwa poker sebagai alat untuk menggapai kesuksesan sebagai pemimpin Texas. Perjalanan baru saja dimulai, tapi kenyataan bersembunyi dari prediksi. Di pemberhentian pertamanya, kota Amarillo, dia justru menemukan sosok lama, dan dia harus melewati orang tersebut untuk menjadi pemimpin Amarillo. Berhasil / tidak sang Stranger melawan sosok itu? Apakah bermain poker sesulit atau justru semudah yang dikira? Maka mengemasnya dalam fic berjudul ‘Kartu penantang’.



Kereta itu menurunkanku di kota kecil bernama Amarillo. Kota pemberhentian awal para pemain poker sepertiku. Sebelumnya aku naik dari kota kebanggaanku, El Paso. Berita bahwa game poker telah menjadi alat penunjuk kuasa membuat warga El Paso memilihku untuk bertanding melawan Gubernur. Tertarik dengan jabatan itu nanti, disinilah aku. Aku turun dari kereta melihat kondisi sekitar Amarillo. Baru beberapa ayunan langkah dan salah seorang penduduk menyapaku.

“Hai, Stranger. Maukah kau membantuku?” Begitu katanya. Aku mengangguk kecil. Dia memintaku memenangkan pertandingan poker kotanya. Nanti jika aku sudah mendapat keuntungan yang banyak dan bisa membeli semua bangunan maka dia akan membantu perjalananku menuju gubernur Texas. Kami sepakat. Aku pun menuju gedung dimana game berlangsung. Seseorang berdiri di depan pintu. Orang tersebut menggambarkan sedikit tentang game yang akan kuikuti. Acuh tak acuh aku melewatinya menuju pintu, tak sabar ingin mengecap kemampuan penduduk Amarillo.

Aku masuk dan memperhatikan sedikit. Ruangannya bernuansa klasik. Interiornya didominasi warna cokelat kayu. Sedangkan meja yang dipakai berwarna hijau lumut berkapasitas sebelas orang. Aku mengambil bangku ketiga dari kiri, tepatnya di antara seorang perempuan cantik bertopi oranye bulat berhias pita kuning keemasan, dan laki-laki bertopi jerami tali merah. Perawakan laki-laki itu cukup kecil daripada tubuhku.Lalu tujuh orang lagi akan kulawan. Seorang yang bertopi biru lebar memberikan daftar peserta. Rupanya dia adalah Dealer. Kulirik sekilas daftar itu. Perempuan di sebelahku bernama Eliza Young. Lalu bergilir ke sebelahnya ada Marc Thorn, Brittney Saul, William van Sandt, Sally White, Kyllian (steaming) Yard, Janice Quaken, Macawee (winning two) Chapa, Ray Saw dan aku. Sebetulnya Macawee bertopi Indian bulu-bulu adalah urutan ke Sembilan dari sepuluh pemain terbaik Texas. Ini akan jadi menarik. Aku pasti bisa mengalahkannya.

Sementara itu dealer memberitahukan peraturan serta hadiah untuk sang pemenang. Setelahnya dia membagikan sepasang kartu pada masing-masing peserta. Angka taruhan dipasang lima dollar, selanjutnya dipasang sepuluh dollar, dan dinaikkan lagi (raise) oleh Brittney- perempuan kulit putih bertopi putih polkadot merah- menjadi duapuluh dollar. Kemudian hamper seluruh peserta ikut menaikkan angka kecuali Janice dan Marc. Lalu tiba giliranku, yang kupunya adalah 10 keriting dan Jack hati. Tidak buruk, kalau beruntung aku bisa mendapatkan straight bahkan royal straight flush. Tapi untuk amannya, aku check dulu saja. Aku mengetuk meja tanda check.
Dealer mengeluarkan tiga kartu ke atas dek. 9 sekop, Queen sekop dan 7 sekop. Agh!! Sayang sekali. Walaupun kartuku tidak menjadi susunan royal straight tapi dengan angka 9,10,Jack dan Queen bisa membentuk straight. Tinggal satu kartu yang dibutuhkan. Kartu dengan angka 8 atau King. Hmm, bagaimana enaknya ya? Aku taruhan angka lagi atau check? Huh, aku akan melihat keadaan dulu. Sekarang aku check lagi saja.

Drak. Drak.
Dealer mengeluarkan satu kartu lagi, kartu 7 hati. Agh! Kemudian si William menaruh angka yang cukup tinggi. 68 dollar. Aku ragu, kartuku belum ada apa-apanya. Tapi tentu saja aku akan re-raise (menaikkan lagi angka taruhan) karena aku adalah pemain poker yang dikenal tak terdeteksi!

Aku taruh lagi beberapa keping dan menaikkan angka jadi 100 dollar. Kini banyak yang fold (menyerah). Sayangnya Macawee itu masih bertahan. Cih, tak termakan umpan rupanya. Kini harapanku hanya ada pada kepingan terakhir. Aku berharap cemas pada angka yang keluar. Tapi sebagai pemain poker profesional, kau tidak boleh menunjukkan ekspresi cemasmu begitu saja, karena lawan bisa tahu keadaanmu. Jadi tetap tenang.

Berapakah angka yang akan keluar?




Bersambung ke chapter 2.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://ciqopunya.blogspot.com
 
Kartu penantang
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Finger Talks More :: Creative Writing :: Suspense-
Navigasi: